Secara bahasa, surat kuasa adalah surat yang memberikan wewenang kepada pihak lain (pemegang surat) untuk melakukan sesuatu yang menjadi hak penulis surat. Surat kuasa ini bisa menjadi bukti bagi pemegang surat sebagai wakil dari si penulis surat. Mungkin anda sudah mengerti apa itu surat kuasa.
Nah berikut ini adalah beberapa cara atau langkah langkah untuk menulis Surat Kuasa, silahkan disimak.
Get Rich !!!
BlOg aP ea,,
Mungkin And Ingin Lihat yang Satu Ini
-
Bakteri Patogen Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Bakteri penyebab penyakit p...
-
Tangga nada ditulis dengan abjad "A" sampai "G", selain abjad itu ga tau deh tangga yang mana. Ada yang disebut dengan ...
-
Memang bagi pengguna coreldraw versi berapapun sedikit susah dan agak kesulitan bila bekerja menggunakan option standar (dalam hal ini men...
-
Jangan terlalu serius, karena mau melotot sampai mata hampir copotpun, karpet ini memang terlalu-amat-sangat mirip dengan batu. Keren!
Atau Mungkin yang Ini ???
-
Bakteri Patogen Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Bakteri penyebab penyakit p...
-
A. Arti Definisi / Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy) Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi...
-
Memang bagi pengguna coreldraw versi berapapun sedikit susah dan agak kesulitan bila bekerja menggunakan option standar (dalam hal ini men...
Tampilkan postingan dengan label Bahasa dan sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa dan sastra. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Oktober 2012
Jumat, 12 Oktober 2012
5 Kehebatan Pensil yang Patut Ditiru
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat, "Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Nenek pakai. Nenek harap kamu bisa meniru pensil ini ketika kamu besar nanti," ujar si nenek lagi.
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Nenek pakai. Nenek harap kamu bisa meniru pensil ini ketika kamu besar nanti," ujar si nenek lagi.
Minggu, 24 Juni 2012
Ia Ceriterakan Dirinya
Nikmati Hidup Melebihi Coklat: Ia Ceriterakan Dirinya:
Dunia ini penuh sandiwara
Aneka hidup berbeda kisah
Campur aduk semarakan sejarah waktu
Waktu yang terus bergulir se arah tanpa henti
Dunia ini penuh sandiwara
Aneka hidup berbeda kisah
Campur aduk semarakan sejarah waktu
Waktu yang terus bergulir se arah tanpa henti
Ada kala orang naikan rona bibirnya
Kamis, 14 Juni 2012
Sejuta Script Bahasa di Indonesia
Ini Bukan Bahasa UFO Mahluk asing atau alien, tapi inilah bahasa ( script ) asli bahasa suku suku yang ada di indonesia, Coba kalian bayangkkan dan lihat bahasa aksaranya, nenek moyang indonesia sudah punya bahasa scipts aksara yang menunjukan bahwa nenek moyang orang indonesia mempunyai ilmu pengetahuan tinggi.
Gotong Royong
Budaya sambatan utawi gotong royong wonten ing tlatah karang padesan dugi kala menika taksih dipunuri-uri lan tuwih ngrembaka. Malah kepara budaya sambatan ingkang mujudaken sikap gotong royong wonten ing desa-desa taksih kenthel. Umpami wonten tangga ingkang kesripahan, hajad mantu, kendhuri sedhekah, sunatan menapa badhe mbangun griya, mesthi tanpa wigah-wigah tangga teparo sami sambatan maringi pitulungan.
Rabu, 06 Juni 2012
Do Re Mi Angka
1, 2, 3
Terhitung waktu ku menatapmu
4, 5, 6
Biar lama tak kupedulikan aliran waktu
Terhitung waktu ku menatapmu
4, 5, 6
Biar lama tak kupedulikan aliran waktu
Do, Re, Mi
Nada indah kian mengalun
Lembut jernih menyapu pilu
Biar kudegnar lagi suaramu
Dirimu di Hatiku
Bening
Kian indah ia
Bening
Sungguh ku terpaku
RasaWaktu
Hati ini pilu
Beku
Kian tak terbendung
Tunggu datang jasadku
Kan kubawa hatiku serta
Tiada sia keberadaanmu
Bening hatimu
Buatku terpaku
Rasa rindu
Beku menunggu waktu
Sabtu, 02 Juni 2012
Hari-Hari Sial
”sudah jatuh, ketimpa tangga, kejatuhan taik burung pula”
Sebuah peribahasa yang tidak asing di kuping, yang mencurhatkan keluh kesah kesialan hidup seseorang yang mengucapkanya. Sekaligus pertanda syukur bahwa kita belum tentu menjadi yang tersial karena pasti ada yang lebih sial(hehe). Tapi apa gerangan yang akan terjadi manakala andalah yang menjadi korban selanjutnya. Ada sebuah cerita dari negeri seberang, kehidupan seorang nenek pengutuk yang masih hidup di era 70-an. Diceritakan suatu hari meteor turun ke suatu wilayah nun jauh di sana. Kemudian memusnahkan semua yang ada termasuk si nenek pengutuk,, hehe.
*PERHATIAN cerita di atas tidak ada hubungan apa pun dengan kisah kehidupan saya.
Sebenarnya semua di mulai dari siang hari sepulang sekolah. Yang seperti biasanya aku selalu bermain basket bersama teman-temanku dan seperti biasanya juga, aku selalu menang murni, mutlak dan tanpa kendala, dan kalupun nyatanya ada, itu pun paling jauh cuman kecapekan seperempat hidup yang hobby menggantungi badanku. Tapi kali ini ada yang spesial, aku baru ingat akan keberadaan marabahaya yang menghadap ke arah ku karena hari itu hari Ul_Tahku. Tiba-tiba datang sekelompok gengster yang, ehm, lumayan ditakuti sekolahanku datang dengan langkah slow motion, kemudian tanpa ragu mereka yang ku sebut sebagai teman itu menembakkan revolver ber peluru telur busuk nan amis, plus jurus maut hujan meteor tepung melanda sekujur tubuh dan jiwaku. ARGHH !! TIDAAAAAAAKKK, (ehm, lebay dikit siih). Entah siapa penemu ide untuk melakukan hal ini tiap ada orang yang ulang tahun di manapun aku hidup. Belum pulih aku dari capek sang penggandrung itu, dan belum sehat juga ak dari shock serangan empat belas Mei itu, aku masih harus lari terbirit-birit dari penjajah yang menakutkan itu......Tapi kita lewati saja hal enggak penting kayak gitu, karena petualangan, ehh, perjalanan sialku belum selesai sampai di situ.
Seselesainya tragedi tadi, aku berniat Go-Home bersama teman-temanku, ada beberapa dari mereka yang langsung di jemput on the spot a-li-as langsung di sekolah. Sementara sisa pejuang tinggal saya dan dua makhluk yang tadi ikut membantaiku, tapi berhubung yang satu mau ke kamar mandi plus minta di temenin, akhirnya tinggalah aku sendiri terpaku menatap langit*lhoo, maksud ku, sendiri meratapi perjalanan pulang.
“Apes betul aku hari ini...” Gumamku yang masih menggerutu tidak mau menerima kenyataan hidup ini. Yang tidak kalah sialnya lagi, di tengah perjalanan perutku keroncongan ¾ mati, bisa dibilang tingkat kelaparanku sudah stadium tiga. Akhirnya mau tapi malu-maluin aku pergi ke cafe tiga ceret, a-li-as angkringan. Kemudian secara sopan aku menanyakan semua harga seperti orang lagi wawancara skripsi harga komplit cafe tiga ceret. Menyadari di kantong yang sudah ku gali sampai ke tingkat dimana fosil neneknya darwin terkubur hanya tersisa tiga koin seribuan, aku perlahan tapi pasti memilih makanan agar tetap tersisa budget seribu buat ngebis pulang. Tapi di luar komando, kedua tangan saya mengambil pilihan menu sampai pas tiga ribu sesuai dengan komando dan status quo perut saya yang memberontak kelaparan. Alhasil aku sudah tidak berdaya untuk menaiki bis pulang dengan keadaan keuangan yang ada. Namun ketika pupil mataku menangkap bayangan bis prayogo yang dihitung dengan rumus fisika matematika, tiba-tiba adrenalin ku memerintah seluruh tubuh untuk loncat ke dalam bis yang berhenti persis di depan ku itu. Tanpa pikir panjang bahkan tidak sedikitpun, aku nekat duduk di kursi panas bis itu. Kebetulan ada anak smp yang baru mau turun. Spontan tempat duduknya langsung aku booking. Dan akhirnya aku langsung duduk tanpa tahu antri didalam bis yang udah overload penumpang itu. Kemudian keringat ku bergejolak keluar mengucur, menerobos barikade kulit densus 76. Ternyata setelah kuputar 100 derajat ke haluan kiri, sang kenek bis datang dengan pringisannya yang mematikan itu. Tiba-tiba tanganya mengepal dan ingin menjurus tinju ke arahku. Spontan aku merem dan gagap gempita, sembari bergidik menahan takut, mulai membuka mata secara sangat perlahan, lhoo hilang ????(gak kok, bercanda) ternyata kepalan tanganya itu berisi duit, anehnya bukan menandakan minta duit ongkos, tapi justru ngasih duit,
“nih kembalinya dek,, sembilan ribu kan ?”
“ohh,, ya. Thanks ya mas”. Jawab ku penuh kebodohan. Kemudian aku menganggap seolah tiada yang aneh terjadi. Dan menganggap ini sebuah kebetulan belaka(yaa emang kebetulan banget, masak keseharian).
Tak terasa aku sampai ke perempatan gesikan di mana terdapat rumahku dalam 200 m ke selatan.setelah aku pikir-pikir lagi mungkin anak smp yg mau turun itu dah mbayar tpi lupa minta kasih kembali, dan berhubung seragam dan postur tubuh kami sama, mungkin si kenek ngira aku si anak tadi. Huahahahaha. Sekarang aku menyadari sebuah fakta yang sangat tidak terduga(mungkin di luar lamaran,, ehh,, ramalan mama Lorentz) bahwa di luar kesialanku yang absurd ini, aku berhasil membongkar rahasia tuhan akan keberuntunganku, hahaha. Jika diingat sampe ada burung emprit thowaf di atas kepalaku(maksudnya sampe pusing). Aku udah jatuh, ketabrak, tapi yang Alhamdulillah wa Syukurillahnya aku mental jatuh ke ladang emas !
Takkan terlupakan, sungguh takkan ku lupa. Sebuah kisah klasik dan nyentrik dengan perbandingan azas black 1:4, lengkap sudah curhatan ku ini. Mungkin bisa dibilang kejadian langka sekali seumur hidup, tapi buat aku yang hidupnya diselimuti ke-absurd-an ini, hal seperti di atas bukan sebuah kejadian sekali seumur hidup lagi. Bisa dibilang juga, hidup ku ini penuh petualangan idiot gak jelas yang membuat ku nyengir sampe ngakak kalau tersirat di pikiran. Hahahahaha !!!
Dia
Cahaya matanya
Indah, menembus kaca yang dua
Berjelaga
Dalam memori kecilku
Gerak bibirnya, senyum
Pelan mengalun lembut
Berdenting iramakan langit
Menembus lapisan hati kecilku
Getaran suaranya
Memecah sunyi hening hatiku
Bekukan irama langkah tubuhku
Tiada jawaban jika bukan iya
Kemana akan kau labuhkan
Perahu hati, penuh misteri
Biar ku bangun dermaga
Tempat berlabuh sebuah cinta
Indah, menembus kaca yang dua
Berjelaga
Dalam memori kecilku
Gerak bibirnya, senyum
Pelan mengalun lembut
Berdenting iramakan langit
Menembus lapisan hati kecilku
Getaran suaranya
Memecah sunyi hening hatiku
Bekukan irama langkah tubuhku
Tiada jawaban jika bukan iya
Kemana akan kau labuhkan
Perahu hati, penuh misteri
Biar ku bangun dermaga
Tempat berlabuh sebuah cinta
Senin, 17 Oktober 2011
Paragraf Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Selasa, 27 September 2011
Cara Bikin Pendahuluan,,
cara membuat karya tulis yang baik dan benar,,
pendahuluan
membuat pendahuluan sebaiknya dimulai dari hal yang luas ke hal yang sempit,,
misalnya kita memilih topik,, ambilah tawuran pelajar sebagai contoh,,
pertama2 kita membicarakan tentang sejarah persepakbolaan indonesia,, lalu ke cerita sedih dan senang tentang sepakbola indonesia,,
lalu mulai masuk ke sejarah tawuran indonesia mulai dari dulu sampe sekarang,,
simpel kan !!!
pendahuluan
membuat pendahuluan sebaiknya dimulai dari hal yang luas ke hal yang sempit,,
misalnya kita memilih topik,, ambilah tawuran pelajar sebagai contoh,,
pertama2 kita membicarakan tentang sejarah persepakbolaan indonesia,, lalu ke cerita sedih dan senang tentang sepakbola indonesia,,
lalu mulai masuk ke sejarah tawuran indonesia mulai dari dulu sampe sekarang,,
simpel kan !!!
Langganan:
Postingan (Atom)
